Home Berita LEE KUAN YEW, TELAH TIADA

LEE KUAN YEW, TELAH TIADA

Selamat jalan Mr. Lee.

Tepat di usianya yang ke 91 tahun, pendiri sekaligus mantan perdana menteri Singapora, Lee Kuan Yew, wafat di Rumah Sakit Umum Singapura akibat penyakit pneumonia, Senin dinihari (23 Maret 2015).

Lee Kuan Yew, yang lahir di Singapura, 16 September 1923 dikenal adalah Perdana Menteri Singapura yang cukup lama, hamper sama dengan Presiden RI Soeharto, yakni dari tahun 1959 1990. Ia tetap menjadi tokoh politik yang berpengaruh di Singapura sejak pengunduran dirinya sebagai perdana menteri. Semasa pemerintahan Goh Chok Tong, Lee menjabat sebagai Menteri Senior. Saat ini jabatan dia ialah Menteri Mentor, sebuah jabatan baru yang dibentuk di bawah kepemimpinan anaknya, Lee Hsien Loong, yang menjadi PM ketiga pada 12 Agustus 2004.

Tokoh yang telah menerima berbagai tanda penghargaan, termasuk "Order of the Companions of Honour" (1970), "Knight Grand Cross of the Order of St Michael and St George" (1972), "Freedom of the City" (London, 1982), "Order of the Crown of Johore First Class" (1984) dan "Order of the Rising Sun" (1967), ini memang banyak kaum elit Singapora menganggap seorang yang otoriter. Namun karena kebijakan dan andilnya, Singapora menjadi terkenal dan maju di Negara-negara Asean.

Lee, tokoh Dunia ketiga

Dalam Wikipedia.org, ditulis bahwa; Selama masa kepemimpinan Lee sepanjang tiga dasawarsa, Singapura berkembang dari negara golongan Dunia Ketiga menjadi salah satu negara maju di dunia, walaupun dia mempunyai sedikit penduduk dan minimnya sumber daya alam. Lee kerap berkata bahwa satu-satunya sumber daya alam Singapura adalah rakyatnya dan ketekadan dalam bekerja. Ia dihormati oleh banyak rakyat Singapura, terutama generasi lansia yang mengingat karakter kepimimpinannya yang bersemangat selama kemerdekaan dan perpisahan dari Malaysia. Lee diakui sebagai arsitek kemakmuran Singapura pada masa kini, meskipun peran itu juga dilaksanakan oleh Wakil PM Goh Keng Swee yang mengurusi bidang ekonomi. Mantan Presiden RI, SBY sendiri menggambarkan Lee Kuan Yew sebagai orang yang sangat dihormati dan perdana menteri yang sukses.

Obama ikut Berlangsungkawa

Dari gedung putih Amerika, diperoleh berita, bahwa Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyampaikan belasungkawa atas wafatnya mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew. Obama memuji sosok Lee Kuan Yew sebagai tokoh besar sejarah.

"Seorang visioner yang memimpin negaranya dari mulai kemerdekaan Singapura pada tahun 1965 hingga menjadi salah satu negara paling makmur di dunia saat ini, dia ada seorang pelayan publik yang dicintai dan pemimpin yang luar biasa," ujar Obama dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Senin (23/3/2015). "Dia merupakan tokoh besar sejarah yang akan selalu diingat generasi mendatang sebagai bapak modern Singapura dan sebagai salah satu ahli strategi terbaik di Asia," puji Obama.@

Share