Home Berita Wisuda Perdana Kebangsaan

Wisuda Perdana Kebangsaan

Perguruan Tinggi Kebangsaan Bireuen (PTKB), menggelar wisuda gelombang perdana, Sabtu 8 Maret 2014. "Wisuda kebangsaan ini, diikuti oleh sejumlah 180 orang dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Kebangsaan dan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STMIK) Bina Bangsa, Sabtu (8/3), di Kampus setempat, Blang Bladeh Bireuen. Kedua sekolah tinggi itu di bawah pembinaan Yayasan Kebangsaan dengan pembina Amiruddin Idris. Turut hadir Gubernur Aceh yang diwakili Asisten III Setda Aceh Muzakkar A. Gani, SH MSi, pejabat Kopertis wilayah Aceh, Prof. Dr. Jamaluddin, M.Ed, sejumlah pejabat Pemkab Bireuen, tokoh masyarakat, orang tua mahasiswa dan masyarakat sekitar. Adapun dari 180 wisudawan, 119 orang tersebut berasal dari STIE Kebangsaan dan 51 dari STIMIK Bina Bangsa. Ketua Panitia Wisuda gelombang pertama, Drs, Win K. Manan, M.Si yang ditemui tim media menyampaikan untuk STIE Kebangsaan yang diwisuda hari ini dari program studi Manajemen 104 orang, Akuntasi 15 orang. Sedangkan STMIK Bina Bangsa wisudawan dari S1 teknik Informatika 33 orang dan D-3 Manajemen Informatika 18 orang. “Diantara 119 wisudawan dari STIE Kebangsaan hari ini, 12 orang anggota DPRK Bireuen, 5 orang Staf Kecamatan dan 7 orang Sekdes di Kab. Bireuen”, tambah Win. Dari 180 orang Lulusan yang diwisudakan 10 orang mendapatkan predikat terbaik, dua diantaranya mendapatkan predikat Pujian (Cum Laude), lanjut Win. Berikut nama-nama ke sepuluh lulusan yang mendapatkan predikat yang membanggakan, Nurjannah (IPK 3,80 -Cum Laude), Jamalia (IPK 3,78 -Cum Laude), Riska (IPK 3,68), Siti Munzia (IPK 3,61), Irmasyitah (IPK 3,60), Andryani (IPK 3,59), Muhammad Yanis (IPK 3,63), Daryani (IPK 3,64), Muhajir (3,61) dan Irma R. Ayu (IPK 3,60). Ketua Yayasan Kebangsaan Bireuen, Dr. H, Amiruddin Idris, SE., M,Si, Kepada para lulussan yang diwusuda hari ini menyampaikan harapannya, “bagi lulusan-alumni yang sudah berkerja supaya ilmu yang sudah didapat untuk menjadi pembinaan karirnya”. Dr. Amiruddin Idris juga menambah, “kepada lulusan yang beleum bekerja untuk dapat mencari pekerjaan, jangan memikirkan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), masih banyak kesempatan-kesempatan lainnya, untuk dapat menciptakan pekerjaan, lebih bagus untuk melanjutkan studi S-2)”. ubernur Aceh Zaini Abdullah yang diwakili  Asisten III Setda Aceh Muzakkar SH M.Si mengharapkan, para sarjana yang dilahirkan kampus itu dapat berperan aktif serta dapat menjadi pelopor perubahan di tengah-tengah masyarakat. “Para sarjana harus memiliki kecakapan hidup serta memiliki semangat dalam berkreasi dan berinovasi sehingga berguna bagi bangsa dan negara,” harapnya. ##

Share