Home Artikel

articel

Ekonomi Kerakyatan Langkah Tepat Menghindari Kapitalisme

Oleh: Amiruddin Idris

I. Pendahuluan

Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah. Kekayaan alam itu memiliki cakupan yang luas. Pertama, sumber daya alam yang merupakan input produksi dalam menciptakan nilai tambah produksi. Memiliki 325.350 jenis Fauna dan Flora. Kedua, letak geografis Tanah Air yang berada di jantung perdagangan Asia-Pasifik. Indonesia dikenal sebagai zamrud khatulistiwa. Ketiga, keragaman budaya, tradisi, dan alamnya, sehingga menjadi potensi pariwisata terbesar di dunia.

Share

Read more...

Peranan Teknologi Informasi di Pemerintahan Dan Pengenalan Industri Perangkat Lunak Di Kabupaten Bireuen

Peranan Teknologi Informasi di Pemerintahan

Dan Pengenalan Industri Perangkat Lunak

Di Kabupaten Bireuen

Oleh : Dr. H. Amiruddin Idris, SE, M.Si

Pembina Yayasan Kebangsaan Bireuen

Abstrak

Penguasaan teknologi informasi di zaman ini, sudah menjadi keharusan. Teknologi informasi menjadi tools dalam berkomunikasi dan menambah pengetahuan di zaman Globalisasi dan era informasi† ini. Lebih khusus lagi bagi institusi, termasuk juga kebutuhan memperlancar pekerjaan administrasi pelayanan di pemerintahan. Masyarakat dunia telah lama membahas dan menceritakan tentang pentingnya internet dan teknologi informasi. Internet dan teknologi informasi tersebut telah secara signifikan meng≠ubah perilaku manusia dan bisnis di beberapa negara sehingga membawa peradaban manusia pada sebuah dunia baru yang diis≠tilahkan sebagai "The Cyber Community". Dalam kehidupan dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya. Termasuk dalam E-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti menggunakan intranet dan internet, yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya.

Kata Kunci : TI, Hardware, Software, IT Pemerintahan.

Share

Read more...

MODEL PENINGKATAN KUALITAS SDM PENDUDUK USIA KERJA YANG UNGGUL PROFESSIONAL DAN ISLAMI

MODEL PENINGKATAN KUALITAS SDM PENDUDUK USIA KERJA YANG UNGGUL PROFESSIONAL DAN ISLAMI

Amiruddin Idris

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Almuslim- Aceh

A b s t r a k

Pentingnya pembangunan manusia sudah lama disadari oleh para pemimpin negeri ini, tercermin dari dituangkannya agenda pembangunan sumber daya manusia dalam UUD 1945 serta GBHN, dan kini Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Namun, di tataran praktis, kebijakan pembangunan ekonomi cenderung masih melihat penduduk yang besar sebagai beban dan bukan aset penting nasional yang bisa diberdayakan. Sebenarnya, transisi demografi yang terjadi sejak beberapa dekade terakhir membuka peluang bagi Indonesia untuk menikmati apa yang oleh PBB disebut sebagai demographic dividend pada 2020-2030. Pada saat itu, jumlah penduduk usia produktif dua kali lipat dari nonproduktif sehingga dimungkinkan bagi Indonesia untuk melakukan lompatan kesejahteraan. Selama ini kita cenderung melihat jumlah penduduk besar dari dua aspek, yakni tersedianya secara melimpah tenaga kerja murah dan potensi pasar dalam negeri yang besar. Semakin besar jumlah tenaga kerja, semakin besar jumlah tenaga produktif, sehingga semakin besar pula skala pasar domestik. Kita terlena menjadikan ini keunggulan komparatif sehingga melupakan pekerjaan rumah besarnya: membangun kualitas SDM itu sendiri. Dilihat dari profil demografi, pada 2008, dari sekitar 227 juta penduduk, sebanyak 166,6 juta memasuki usia kerja. Dengan penduduk usi kerja yang unggul, professional dan islamis kita mampu mencicipi bonus demografi, dan sekaligus menjadi bangsa yang bermartabat.

Kata Kunci: SDM, Unggul, Professional, Islamis


Share

Read more...

KONTRIBUSI AGROINDUSTRI DALAM PEREKONOMIAN

KONTRIBUSI AGROINDUSTRI DALAM PEREKONOMIAN

Oleh :Ir. H. Aunur Rofiq

Alumni IPB/Sekjen DPP PPP

Pebisnis Sektor Pertambangan dan Perkebunan

Peranan agribisnis dalam perekonomian nasional dapat diukur dengan berbagai indicator yang terdiri dari kontribusinya dalam pembentukan PDB, kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja, kontribusi dalam perdagangan internasional, kontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah, kontribusi dalam ketahanan pangan nasional, kontribusi dalam pelestarian lingkungan hidup, kontribusi dalam pemerataan hasil pembangunan, kontribusi dalam pembangunan ekonomi makro secara nasional.

Menurut Simon Kuznets, sektor pertanian mengkontribusikan terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi nasional dalam 4 bentuk yaitu :

a. Kontribusi produk, contohnya mmenyediakan bahan baku untuk industri manufaktur seperti : industry tekstil, makanan, minuman dan lapin-lain.

b. Kontribusi pasar contohnya pembentukan pasar domestik untuk barang industry dan konsumsi;

c. Kontribusi factor produksi menyebabkan penurunan peranan pertanian di pembangunan ekonomi, maka terjadi transfer surpus modal dan sektor pertanian ke sektor lain;

d. Kontribusi devisa pertanian sebagai sumber paling penting bagi surplus neraca perdagangan melalui ekspor produk pertanian dan produk pertanian yang menggantikan produk impor.

Share

Read more...